Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258453
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
51
173
4098
250417
25510
7526
258453

Your IP: 54.36.148.43
2018-01-20 02:24

Masuk

Menyongsong natal  bersama St. Yosep

Mat 1:18-24

Di Mall atau pusat perbelanjaan, di took-toko kaset, suasana natal mulai merembak Nampak. Juga dalam keluarga-keluarga Kristiani, pohon Natal mulai disiapkan untuk dipasang. Panitia natalpun mulai sibuk merencanakan pohon natal dan kendang hewan yang menjadi symbol  kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Bacaan minggu ini, hasil permenungan Matius (juga Lukas), untuk melacak kembali leluhur Yesus. Sanf Tokoh yang membawa Kabar baik: “orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.” Matius mengajak kita untuk  menjadi dewasa dalam iman dengan menggali makna kehadiran Kristus di tengah-tengah umat manusia?  Suatu  ajakan untuk mulai mengenal lebih jauh siapa Yesus yang diikuti orang banyak, siapa dia yang diimani sepanjang zaman sebagai Penyelamat itu.  Dengan memahami dan mengenal asal usul Yesus sehingga pengenalan mereka semakin dalam.

 "Maria mengandung dari Roh Kudus" adalah ungkapan adanya daya Ilahi dalam kelahiran-Nya. Baik Maria maupun Yosep. Orang tua Yesus mengamini karya ilahi dalam ujud yang amat mengguncang itu. Kepasrahan terhadap kehendak Allah menjadi ungkapan dan wujud  iman yang paling nyata.  Maria dan Yosep menerima kehadiran ilahi yang tidak biasa dan tetap menghormatinya. Yosep  memikirkan kepentingan Maria, dan  mau meninggalkannya begitu saja. Namun setelah menerima pesan dari Allah Yosep  mengubah rencananya. Ia bersedia menjadi orang yang bertanggung jawab membesarkan Yesus.

Yosep sosok pribadi yang dapat dipercaya. Dia tampil sebagai teladan kebesaran hati seorang manusia yang bukan saja memungkinkan karya Allah dapat mulai terjadi, tetapi juga yang memelihara dan mengembangkanya. Semua dilakukan dengan  tak banyak kata. Injil Matius menampilkan Santo Yosef  sebagai orang yang tulus hati (Mat 1:19). Tulus hati tidak sama dengan baik hati. Tulus hati berarti menaati dan mengikuti jalan Tuhan, menghormati karya Tuhan dan mau mengorbankan apapun untuk Tuhan. Yosep melakukan semuanya itu sehingga ia disebut tulus hati (bdk Mat 1:24). Dia harus mengambil keputusan berkaitan dengan Maria yang sudah mengandung sebelum mereka hidup bersama. "Sesudah bangun dari tidurnya, Yosef berbuat seperti yang diperintahkah malaikat kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya" (Mat 1:24).  Yosep  seorang yang taat dan berserah diri pada Allah.Sperti  Maria taat berserah diri : "Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanMu" (Luk 1:38)

Ketaatan Maria  membuka kemungkinan bagi Sang Sabda untuk menjelma ke dalam rahimnya, Santo Yosef taat karena ia ikut melancarkan proses penjelmaan Sang Sabda menjadi manusia dan hidup-Nya di tengah masyarakat. Sungguh harmonis, ia dan Maria taat dan bekerjasama sehingga Yesus sungguh hadir menjadi manusia.

Natal bukan sekedar merayaakan Kelahiran Yesus, tetapi juga merayakan kebesaran  dan kejujuran hati untuk menerima kehendak Allah dengan penuh kepasrahan, walau resiko yang tidak ringan dan gampang. Perayaan Natal bersama santo Yosep, menjadi perayaan iman dan ketaatan pada kehendak Allah.

 

Selamat menyongsong natal.

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.