Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258487
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
85
173
4132
250417
25544
7526
258487

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

 Luk. 2:16-21

 

Hari Minggu ini bertepatan dengan Tahun Baru. Gereja merayakannya juga sebagai Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah. Sejak Jaman Para rasul Gereja menyebut Maria sebagai sang "Theotokos", artinya "yang membuat keilahian lahir". Pengakuan ini kemudian resmi diterima dalam Konsili Ekumenis di Efesus th. 431.   Konsili dengan teguh mempertahankan ajaran yang benar, yaitu bahwa Maria adalah Bunda Allah (Theotokos), karena Yesus Anakanya adalah sungguh-sungguh Allah.  Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah ditetapkan oleh Paus Pius XI pada hari ulang tahun ke-1500 Konsili Efesus tersebut.

 

Nabi Yesaya bernubuat : “Sesungguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia, Imanuel” (Yes 7:14), dan makna salam Elisabeth kepada Maria yang mengunjunginya: “Diberkatilah engkau diantara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.  Siapakah aku ini, sehingga ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43).

 

Perjalan masa lalu mengajarkan kepada kira, Allah tidak pernah membiarkan Manusia  berjalan sendirian, segelap apapun masa lalu,  di ujung sana ada sinar yang memberikan harapan. Imanuel - "Tuhan beserta kita" . Dan Maria sang Theotokos "yang membuat keilahian lahir" itu menunjukkan memang benar demikian. Maria diajak oleh Allah untuk ikut serta mewujudkan berkat bagi umat manusia.  sebuah ajakan yang tetap aktual bagi semua orang yang berkemauan baik. Bunda Maria menjawab awaken itu dyngan berkata "terjadilah perkataan-Mu" kepada Gabriel.

 

Luk 2:21 mencatat setelah genap 8 hari, bayi itu akan disunatkan. Dengan sunat Yesus  secara resmi ditandai sebagai anggota umat Tuhan. Pada saat itu juga dinyatakan secara resmi nama-Nya. Nama ini sendiri menandaskan bahwa Tuhan itu pemberi keselamatan. Ayat ini juga sekali lagi mengingatkan kita semua bahwa nama itu telah disampaikan malaikat ketika mengunjungi Maria (Luk 1:31) sebelum ia mengandung.  Mari kita menyadari  menyadari bahwa Tuhan Penyelamat membiarkan diri dibesarkan oleh manusia agar makin dikenali. 

 

Merayakan keibuan Maria sebenarnya bukan hanya menghormati pribadinya belaka, melainkan merayakan kemanusiaan yang diberkati Tuhan. Dan kita merayakan  iman kita akan Yesus Kristus“sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh Manusia”.  Kemulian Maria sebagai Bunda Allah adalah cermin kemulian Anaknya, yaitu Yesus, Tuhan dan Penebus umat manusia. Bunda Maria memungkinkan umat manusia mengalami keilahian sebagai berkat. 

 

Selamat Tahun Baru 2017

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.