Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258489
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
87
173
4134
250417
25546
7526
258489

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

Mat 2:1-12. 

Menurut Matius "orang-orang majus”  mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati Yesus yang lahir di Betlehem yang akan menjadi pemimpin umat manusia. 

 

Orang biasanya merasa aman dengan apa-apa yang sudah biasa, yang dapat diperhitungkan. Akan tetapi jalan Tuhan tidak terbatas. 

Yes 60:1-6 menegaskan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Ia menyinarkan terang-Nya (terutama ay. 3). Tuhan bukan hanya bagi orang Yahudi. siapa saja dapat ikutserta membangun wahana rohani kediaman-Nya. Dan siapa saja bisa ikut membangun tempat seperti itu, di mana saja sehingga kebesarannya dapat dialami. berkat “Injil” orang-orang bukan Yahudi dapat turut menikmati janji Tuhan yang kini diberikan dalam ujud manusia, yaitu Yesus. (Ef 3:6). “Injil” adalah  Kabar Gembira yang sama bagi semua orang, berarti juga bagi orang bukan Yahudi.

Para Majus pulang membawa kegembiraan yang akan mereka bagikan kepada orang-orang lain. Herodes dan orang-orang sekitarnya  tetap “terkejut” dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kehilangan kepekaan akan cara-cara Tuhan berbicara kepada manusia, malah menganggapnya sebagai ancaman.

Tuhan memebiarkan diri untuk dilihat  oleh orang-orang yang tidak atau belum melihat-Nya. para majus melihat Yesus bersama Maria dan baru setelah itu mereka menyembahnya. Dia yang ilahi itu membiarkan diri dipandangi oleh orang yang tidak biasa melihatnya. Para majus bersuka cita karena dapat melihat Tuhan sungguh ada di dalam kehidupan manusia.

Persembahan Emas, Dupa dan Mur  melambangkan perjalanan hidup yang akan dilalui Yesus - Bayi Mungil yang lahir di kandang hina itu. Dia mengorbankan nyawa; menyerahkan hidup untuk menebus dosa-dosa kita. Dalam Dia kita menjadi anak-anak Allah. Yang penting dalam perayaan ini adalah kenyataan bahwan kehadiran orang-orang magus menjadi tanda akan  pengakuan dunia atas kehadiran Yesus.

mari kita menapaki jejak orang-orang magus dalam “Perjalanan ke Betlehem” untuk menemukan Tuhan dengan sarana bintang. Dan  “Perjalanan Kembali dari Betlehem” untuk membawa Damai. Dalam perjalanan pulang itu kita bisa saja bertemu dengan orang yang berhati Herodes: tidak ingin orang lain hidup baik; tidak suka melihat orang lain maju; suka curiga dan iri hati. Namun kita tetap mengemban misi untuk membawa damai. uhan berbicara kepada umat manusia tidak hanya lewat wahyu Alkitab sajatetapi juga  lewat kebijaksanaan manusiawi.  kebijaksanaan manusiawi dapat juga menuntun orang mengenali kehadiran Tuhan. Tuhan justru berbicara kepada umat-Nya lewat orang-orang bukan dari kalangan itu Yahusi! Orang-orang di Yerusalem mendengar tentang kelahiran Yesus dari orang-orang bijak itu. Setelah mendengarkan penuturan orang Majus, mereka mulai sibuk mencari dalam khazanah

 

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.