Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258488
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
86
173
4133
250417
25545
7526
258488

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

 

Yoh 1:29- 34

Dengan tampilnya Yesus pada “keesokan harinya” (ay 29), menurut catatan Yohanes, kita diajak untuk mengingat kembali akan kisah penciptaan di mana pada hari kedua penciptaan, (Kej 1:6-7), langit dijadikanla. Langit berperan . sebagai pemisah air yang di atas dan di bawah.  Di sinilah “lahan” bagi kehidupan mahkluk ciptaan. Yesus tampil menjadi pembuka ciptaan baru, ciptaan yang bernuansa penyelamatan. Yesus menanta kembali dunia yang tlah diobrak-abrik oleh dosa. Dan Allah yang Maha tinggi yang bersemayam di langit menghancurkan kuasa kegelapan

 

Ya Yesus adalah “langit”, di mana Allah Sang Pencipta bersemayam dan hadir untuk menata kembali cipta- Nya yang telah tak terkendali karena tingkah laku Adam dan Hawa yang lebih memilih bersekutu dengan Setan daripada dengan Allah.

 

Yesus datang pada "keesokan harinya" membendung daya-daya penghancur yang masih terus mengancam kemanusiaan. Kehadiran Allah tidak di awang-awang yang talk terjangkau, tetapi dekat dan sangat dekat  dalam kehidupan nyata manusia sehari-hari. Dialah "Anak Domba Allah". Yang taat dan menerima dijadikan kurban persembahan kepada Tuhan. Yesus adalah persembahan dari pihak manusia yang diamini oleh Allah  Yang Mahabesar. dan kurban inilah yang membuat dosa dunia terhapus. Dibersihkan. Keburukannya disingkirkan dan memungkinkan manusia kembali ke martabatnya sebagai  "gambar dan rupa" Tuhan sendiri (Kej 1:27). Meski  kejahatan dan dosa mendatangkan hukuman, namun Tuhan tidak berhenti  mengasihi manusia.

 

Orang-orang yang berpikiran sempit namun sok tahu, memahamin “Anak Allah” secara harafiah

 

Kadang pertanyaan konyol muncul:,, Allah kok punya anak. Sebagai orang beriman kita tahu pemahaman atau gagasan "anak Allah"memang  berdasarkan pada pengertian hubungan mendalam antara "anak" dengan "bapak", yakni kedekatan, keakraban, perhatian besar, serta saling mempedulikan, dan semuanya ini tumbuh dari kecil, dari saat mulai ada. , "anak Allah"  kita mengerti dengan pemahaman bahwa manusia amat dekat dengan Yang Ilahi sendiri. Dan keakraban ini tumbuh dari kecil, dari awal mula . Oleh karena itu Yesus yang disebut "anak Allah" itu dalam perjalanan hidup selanjutnya  mampu menunjukkan Yang Mahakuasa sebagai Tuhan yang juga dekat. Yohanes Pembaptis dalam Yoh 1:34 mengatakan "Ia inilah anak Allah".

 

Yohanes pembaptis  melihat Roh yang turun ke atas Yesus dan tinggal di atasnya. Roh itu "menetap" padanya. Yesus disertai Roh secara tetap. Inilah yang menjadikan-Nya sedemikian dekat dengan Yang Ilahi. Roh yang datang dari Yang Ilahi itulah yang memproklamirkan  Yesus sebagai "anak Allah".

 

Yesus Sang  "Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia" -  kurban dari pihak manusia yang dapat membatalkan  serta menangkal kekuatan-kekuatan yang membawa martabat  manusia  ke arah kegelapan.

Dalam Ekaristi ketika Imam menunjukan Tubuh dan Darah Krisus dan berseru: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah orang yang diundang dalam perjamuan Tuhan”, sesungguhnya kita diajak oleh Tuhan Yesus sendiri untuk diberkati dan dipulihkan martabat kita sebagai citra Allah, Inilah yang membuat kita berbahagia dan suka cita.

 

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.