Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258490
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
88
173
4135
250417
25547
7526
258490

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

 

Mat 4:12-23

 

Matius mengajak kita untuk mengenal awal karya Yesus di depan public. Sebelum mewartakan Kerajaan Allah dan mengajak orang untuk bertobat, Yesus memiliki strategi yang jitu: pertama-tama observasi, mengenali medan pelayanan dan selanjutnya merrkrut orang-orang yang dapat diajak bekerja sama, sebagai rekan kerja. 

 

Wilayah pelayanan yang disebut Yudea dan Galilea memiliki karakter yang berbeda. Mula-mula Yesus  berkiprah di wilayah Yudea dekat Yerusalem.. Orang-orang di daerah itu haus akan pembaharuan rohani, untuk menggapai ketenteraman batin. banyak orang pergi ke padang gurun menemui Yohanes Pembaptis dan minta dibaptis olehnya. Arus kebangunan rohani ini membuat Herodes ketakutan  dan waswas. Jangan jangan gerakana rohani ini menjadikan  penguasa Roma menganggap ada gerakan religius yang mau berontak. Maka Herodes pun mengamankan Yohanes Pembaptis dalam penjara. Jika Yesus tetap tinggal di Yerusalem atau di daerah Yudea, ia tentu akan mendapat kesulitan yang sama. Karena itu ia menyingkir ke utara (Mat 4:12), menjauhi bahaya dengan bijaksana, seperti diceritakan tentang Yusuf (2:14 dan 22). Yesus mempunyai strategi  lebih baik menghadapi kekuatan yang memusuhi dengan perhitungan bijaksana dan akal sehat daripada dengan keberanian belaka.

 

Lain Yudea lain pula Galilea , baik alamnya maupun budayanya. Tanahnya di Galilea lebih subur. Perekonomian lebih maju. Orang-orangnya lebih berpikir merdeka. Menurut orang-orang Farisi dan kaum imam yang hidup di sekitar bait Allah  (juga para ahli taurat) , mereka dicurigai sebagai orang yahudi yang kurang taat beragama. Perlu dicatat bahewa di Yudea cukup banyak orang yang asalnya dari Yudea. Mereka pindah – transmigrasi – ke utara untuk menemukan nafkah yang lebih baik dan mencari peluang lebih luas.

 

Orang di utara (Galilea) sudah biasa kontak dan berjumpa  dengan budaya lain. Di wilayah yang memiliki tradisi berpikir lebih luas itulah Yesus mulai mewartakan hal baru. Ia didengarkan. Lihat misalnya kekaguman orang di Kapernaum mendengarkan uraiannya yang segar mengenai Taurat (Mrk 1:21-22 dan Luk 4:31-32). Mereka membicarakan yang dikatakannya. Jadi mereka tidak pasif melulu dan kemudian melupakannya. Tentu saja tidak selalu mereka setuju. Malah di Nazaret ia pernah ditolak (Mrk 6:1-6a). Bagaimanapun juga, Yesus menjadi buah bibir di kalangan masyarakat.

 

Kondisi social ekonomi di Galilea, menyadikan lahan profesi baru di samping pertanian yakni sector perikanan. Bisnis baru, yakni pengelolaan ikan dari danau. Pasar-pasar ikan bertumbuhan di tepian danau dan sekitar danau menjadi  wilayah hunian dan kota yang ramai. Kapernaum, Magdala, Betsaida, dan wilayah Genesaret di tepian danau Tiberias menjadi kota-kota yang ramai. Di wilayah inilah Yesus sering menggunakan sarana perahu nelayan sebagai transportasinya.

 

Dalam ukuran zaman itu, para nelayan ialah orang-orang yang maju dalam bisnis. Salah satu usahawan seperti itu ialah Zebedeus, ayah Yakobus dan Yohanes. Juga Simon Petrus dan Andreas adalah pebisnis ikan yang mapan. Memang kebanyakan masih dilakukan sendiri, dari menjala, menyortir, kemudian meleveransir ke pasar. Orang-orang itu lincah berusaha. Mereka inilah yang dijumpai Yesus. Mereka ini kemudian juga menjadi pengikutnya. Yesus melihat kemungkinan-kemungkinan yang ada. Ia tidak menunggu orang datang kepadanya. Ia mendatangi para nelayan itu, menyertai mereka. Dan memilihnya menjadi rekan kerja.

 

Murid-murid Yesus yang pertama itu berasal dari kalangan yang cukup berada serta cukup terpandang di masyarakat. Mereka bisa membantu orang yang berkekurangan. Murid-murid yang pintar mengelola ikan itu kini dipanggil menjadi pengelola terang bagi manusia.

 

Andapun dipanggil untuk pelayanan kemanusiaan, apapun ketrampilan, kepandaian, kekayaan dan posisinya, Anda dipanggil untuk memeberi kecerahaan hidup  kepada sesame.

 

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.