Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258504
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
102
173
4149
250417
25561
7526
258504

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:30

Masuk

Luk 16:19-31

Jemaat pada jaman para rasul, tidak hanya dari kalangan orang biasa dan kebanyakan tetapi juga meluas ke kalangan “atas”,  berasal dari kalangan menengah ke atas ( para pengusaha, pedagang, sarjana, tabib, guru, seniman yang bekerja pada keluarga-keluarga bangsawan atau  militer. Ada kesadaran bahwa mengikuti Yesus bukan sekedar untuk keselamatan kelak di akherat, tetapi juga harus berbagi rejeki dengan orang-orang yang kurang beruntung. Inilah kesadaran yang menjadi latar belakang kisah Lazarus dan orang kaya. Seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang mengutamakan kemanusiaan yang adil dan beradap daripada hokum-hukum yang berlaku dalam peraturan keagamaan.

Orang kaya ditampilkan sebagai orang yang hidup tak kurang suatu apapun. Menurut pemahaman orang Yahudi, orang kaya dilimpahi berkat Allah yang melimpah. Sedangkan Lazarus hanya bias duduk meminta-minta di pintu rumah orang kaya itu. Kondisi Lazarus  bagai kehilangan martabat manusianya. Ia tidak termasuk kelompok orang yang beruntung menikmati kebahagiaan seperti orang kaya.  Ada kesadaran dalam Gereja waktu itu, yang beruntung haruslah memberi perhatian dan berbela rasa dengan orang-orang yang kurang beruntung. Bagi yang tidak berbela rasa akan celakalah hidupnya.

Comment (0) Hits: 309

Lukas 16:1-13

            Korupsi menurut kamus bahasa Indonesia adalah penyelewengan atau penyalahgunaan uang negara (perusahaan dan sebagainya) untuk keuntungan pribadi atau orang lain. Menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang termasuk dalam tindak pidana korupsi adalah: Setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

        Nampaknya bendahara yang tidak jujur bisa dikategorikan sebagai koruptor. Dalam situasi terdesak ketika dimintai pertanggungjawaban oleh atasannya bahkan tuan pemilik usaha, sang bendahara kelabakan dan dengan cerdik dia berkelit. Dalam situsai yang kristis dan membahayakan dirinya, bendahara yang tidak jujur mampu berkelit  untuk mencari solusinya. Yesus menceriterakan perumpamaan ini dengan menekankan kemauan serta kecekatan orang untuk berubah dalam situasi krisis. Karena itulah ia dipuji.

Comment (1) Hits: 328

Luka 14:25-33

             Mengikuti perjalanan Yesus ke Yerusalem, bagi Lukas adalah mengikuti Yesus yang akam menghadapi sengdara, wafat dan bangkit di Kota Yerusalem.
 Bayangkan untuk mengikuti Dia orang harus: - membenci orang tua, kerabat bahkan istri saudara dan keluarga, harus memanggul salib mengikuti-Nya dan harus berhitung dengan matang sebelum memutuskan untuk bertindak. Apakah sangup kita menjadi murid-Nya dengan tuntutan yang begitu keras ?

            Ini tantangan untuk Menjadi Murid Yesus dan mengikuti Dia. Orang harus berani memantapkan hati meluruskan pandangan dan berpegang teguh dengan apa yang telah menjadi ketetapan hati untuk dijalankan.  Ya menjadi murid-Nya harus berani  dan bersedia untuk mengatasi/lepas dari kepentingan pribadi atau keluarga.

Comment (0) Hits: 298

Suka cita di Surga 

(Luk 15:1-10)

            Orang farisi dan ahli taurat adalah orang-orang yang faham betul akan ajaran Allah dan hukum-hukum agama yang berlaku sebagaimana ditulis dalanm hukum Taurat. Pemunggut cukai adalah orang Yahudi, yang bekerja untuk pemerintah penjajah Roma dalam menarik pajak. Bahkan mungkin melakukan kecurangan-kecurangan  kepada bangsanya demi menyenangkan pemerintah penjajah atau memperkaya diri. Maka tidak heran bila pemungut cukai dianggap hina dan rendah di kalangan bangsa Yahudi tidak hanya pendosa tetapi sebagai pengkhianat bangsa yang jelas-jelas menjadi umat kesayangan Allah. Sebagai pengkhianat bangsa mereka tidak layak dan berhak untuk mendengarkan ajaran-ajaran rohani/spirituali Yahudi yang juga diajarkan Yesus.

            Persolan muncul dalam pemikiran orang-orang yahudi yang setia dengan negara dan hukum taurat apalagi bagi orang farisi dan ahli taurat, bagaimana mungkin Yesus sebagai Guru memebiarkan para pemungut cukai dan orang berdosa lainnya, boleh mendengarkan ajarannya, apalagi duduk bersama mereka. Maka mereka ‘bersungut-sungut’.  Dengan perumpamaan domba, uang dirham dan anak yang hilang, Yesus mau mengajak mereka untuk mempunyai wawasan yang lebih luar dan menyeluruh tentang suka cita Allah (gembala, wanita yang kehilangan dan Bapak yang murah hati).

Comment (1) Hits: 303

Petikan Injil kali ini berawal dengan cerita kedatangan Yesus pada suatuhari Sabat untuk makan di rumah seorang Farisi yang terpandang (Luk 14:1). Dalam adat dan agama Yahudi banyak hal yang dikerjakan pada hari biasa tidak boleh dilakukan demi menghormati kekudusan hari itu. Apakah ia akan menjalankan sesuatu yang tak lazim lagi?, kalau kita baca ayat-ayat yang tidak dibacaan dalam bacaan minggu ini Yesus tanpa ragu-ragu menyembuhkan orang yang sakit busung air yang datang kepadanya. Ketika orang bertanya-tanya apakah tindakan ini bisa dibenarkan, ia menjawab, siapa yang tidak berbuat sesuatu bila anaknya atau lembunya terperosok ke sumur pada hari Sabat (ayat 5).

Menyembuhkan orang pada hari Sabat memang bukan hal biasa. Juga dalam

masyarakat Yahudi waktu itu orang sakit tidak akan datang mencari tabib pada hari itu. Tuhan mengajarkan dalam situasi darurat dan mendesak orang diperbolehkan atau diizinkan untuk menjalankan hal yang biasanya tidak boleh dilakukan. Yesus menghimbau orang memakai akal sehat.

Comment (0) Hits: 301

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.