Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258499
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
97
173
4144
250417
25556
7526
258499

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:29

Masuk

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Serikat Yesus, didirikan pada15 Agustus 1534 oleh sekelompok mahasiswa pascasarjana dari Universitas Paris di dekat Kapel St Denys, Rue Antoinette. Sejumlah nama yang mendirikan Serikat Yesus adalah Ignatius Loyola, Fransiskus Xaverius, Alfonso Salmeron, Diego Laynez, Nicolas Bobadilla, Pierre Favre dari Perancis dan Simão Rodrigues. Seperti dikutip Tribunnews.com, dari Wikipedia, Kamis (14/3/2013).

Mereka mendirikan Serikat Yesus untuk mengemban pelayanan dan misi di Yerusalem, atau untuk pergi ke mana pun juga tanpa bertanya, menaati perintah Paus.

Pada 1537 mereka pergi ke Italia untuk mendapatkan persetujuan Paus atas ordo mereka. Paus Paulus III memberikan mereka persetujuan dan mengizinkan mereka untuk ditahbiskan menjadi pastor dalam Gereja Katolik. Mereka menerima tahbisan di Venesia oleh Uskup Arbe (24 Juni).

Setelah menuntaskan studi, mereka bersumpah untuk melanjutkan persahabatan, hidup dalam kesederhanaan sesuai Injil dan pergi mengemban perutusan di Yerusalem. Mereka menyebut diri sebagai amigos en el Señor atau sahabat-sahabat di dalam Tuhan.

Dalam kesahariannya mereka mengabdikan diri untuk menyebarkan agama Katolik dan kerja amal di Italia.

Serikat Yesus didirikan bertepatan dengan Reformasi Katolik (Kontra-Reformasi), gerakan dalam Gereja Katolik yang ditujukan untuk melawan Reformasi Protestan (yang ajarannya menyebar ke seluruh Eropa yang beragama Katolik). Mereka melaksanakan ketaatan total kepada Kitab Suci dan doktrin Katolik.

Ignatius Loyola dan para Yesuit pengikutnya percaya bahwa pembaruan Gereja harus dimulai dengan pertobatan hati. Salah satu sarana utama untuk menghasilkannya adalah Latihan Rohani yang disebut retret Ignasian.

Selama empat minggu dalam kebisuan orang menjalani meditasi terpimpin mengenai hidup Kristus. Pada masa itu, mereka secara teratur bertemu dengan seorang pembimbing rohani yang menolong mereka memahami panggilan atau pesan Tuhan melalui meditasi mereka. Retret ini mengikuti pola Penyucian-Pencerahan-Kesatuan sesuai dengan tradisi mistik Yohanes Kasianus dan para Bapa Padang Pasir. 

Yesuit juga mendirikan banyak sekolah, yang menarik anak para elite karena metode pengajaran mereka yang maju dan moral yang tinggi. Sekolah Yesuit memainkan peranan penting dalam memenangkan beberapa negara Eropa kembali ke Katolik, setelah beberapa lama didominasi oleh Protestan, terutama Polandia.

Karya Yesuit di Indonesia diawali dengan karya Santo Fransiskus Xaverius dan beberapa imam lainnya di Maluku sejak pertengahan abad ke-16. Tetapi karena perseteruan Portugal dan Spanyol, karya Yesuit ditarik pada pertengahan abad ke-17.

Pada 1859 van den Elzen, SJ dan J.B. Palinckx, SJ tiba di Indonesia, dan memulai kembali karya Yesuit di Indonesia. Pada 1893 W.J. Staal, SJ ditugaskan sebagai Vikaris Apostolik yang berkedudukan di Batavia.

Pada 14 Desember 1904, Van Lith, SJ membaptis 171 orang di Sendangsono, Muntilan, Jawa Tengah, setelah sebelumnya 4 orang dari desa Kalibawang dibaptis pada 20 Mei 1904. Van Lith juga membangun sekolah seminari menengah di Muntilan. 

Seminari ini akhirnya menghasilkan para imam Yesuit pertama dari Indonesia yang ditahbiskan antara tahun 1926–1928 yaitu F.X. Satiman, SJ, A. Djajasepoetra, SJ, dan Albertus Soegijapranata, SJ. Dengan keputusan Paus Pius XII pada tanggal 1 Agustus 1940 Vikariat Apostolik Semarang didirikan, dengan uskup pertamanya Albertus Soegijapranata, SJ, sebagai uskup pribumi Indonesia pertama.

Seorang imam diosesan, Yustinus Darmojuwono, Pr. kemudian menggantikannya sebagai Uskup Agung Semarang sejak 1964 dan kemudian diangkat menjadi kardinal pertama dari Indonesia pada 26 Juni 1967. Yustinus Darmojuwono kemudian digantikan oleh Julius Darmaatmadja, SJ sebagai uskup agung Semarang dan kemudian menjadi uskup agung Jakarta dan diangkat sebagai kardinal kedua dari Indonesia.lalu digantikan oleh Ignatius Suharyo,Pr 29 Juni 2010.

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.