Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258486
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
84
173
4131
250417
25543
7526
258486

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x
Ordo Pewarta atau yang lebih dikenal sebagai Dominikan lahir tahun 1216. Pendiri Ordo Pewarta adalah Santo Dominikus seorang yang terlahir berbangsa Spanyol di daerah Calereuga. Konteks kelahiran Ordo Pewarta tidak bisa dilepaskan dari konteks Abad Pertengahan.
 
“Renaissance” Abad Pertengahan melahirkan beberapa hal.
Pertama adalah munculnya masyarakat sipil yang kurang-lebih mau independen dari pengaruh Gereja dan ditopang oleh perkembangan ekonomi yang melahirkan kelas menengah yang cukup berduit waktu itu. Kelompok menengah ini merasa Gereja cukup mendominasi dalam segala bidang, termasuk politik, sehingga mau mencoba menghidupi sebuah cara hidup yang agak beda di mana kebebasan dan kreativitas mulai dijunjung tinggi.
 
Hal kedua seiring timbulnya kelas menengah adalah hidup intelektual yang mulai bagus dari pihak rakyat kebanyakkan sehingga pendidikan bukan didominasi oleh kaum klerus (imam). Hal ini berkat pengaruh kelahiran kembali minat-minat akan karya-karya Filsafat Yunani yang diakui ditemukan dan diterjemahkan berkat para Filsuf Arab. Karya yang cukup berpengaruh waktu itu adalah Aristoteles. Banyak kelompok yang bukan klerus (hirarki) yang mulai independen mencari ilmu sehingga pendirian Universitas terjadi di era ini yang bukan lagi ditangani para imam melainkan oleh “Pemda” yang notabene adalah awam. Efek negatifnya adalah timbulnya gerakan intelektual yang menyimpang dari ajaran resmi Gereja (bidaah).
 
Bidaah yang terkenal waktu itu adalah Albigensian di mana karena pengaruh dualism Filsafat Yunani mereka percaya:
(a) Tuhan menciptakan dua kenyataan yang beda dan saling berperang di dunia ini memperebutkan pengaruh yaitu “Yang Baik” dan “Yang Jahat,”
(b) dunia yang kelihatan serta badaniah dengan segala kesenangan duniawi yang baik adalah jahat termasuk pernikahan,
(c) “Free Thinker” atau pemikir bebas yang tidak percaya lagi akan otoritas Gereja. Hal ketiga yang memperparah keadaan adalah keadaan dalam tubuh Gereja sendiri yaitu minimnya pendidikan para klerus saat itu serta gaya hidup para imam saat itu yang karena masuknya di dalam urusan sipil terlalu banyak sehingga lebih sebagai pejabat kaya daripada melaksanakan nasehat-nasehat keserdehanaan Injil.
 
Dalam konteks itulah di mana adanya perubahan masyarakat “rural” (pedesaaan) ke “urban” (perkotaan) serta ketidaksiapaan tubuh internal Gereja karena minimnya pendidikan tinggi para imam dan gaya hidup yang tidak cocok dengan Injil membuat Gereja cukup krisis. Dalam konteks inilah Dominikus lahir dan berkarya.

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.