Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258484
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
82
173
4129
250417
25541
7526
258484

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:28

Masuk

Vinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.xVinaora Nivo Slider 3.x

Pada awal abad ke 19, hampir semua tarekat religius yang dalam abad ke 18 berkembang dengan suburnya, sudah tiada lagi sebelum revolusi Perancis, ordo-ordo kontemplatif telah dibubarkan. Dan waktu revolusi itu tarekat-tarekat lain mengalami nasib yang sama. Pelayanan pendidikan dan perawatan dijalankan oleh tenaga-tenaga awam. Tetapi sistem itu ternyata gagal sama sekali hingga pamong praja setempat sering membiarkan suster perawat (biarawati) dengan berpakaian bukan pakaian biara bertugas kembali melayani orang sakit. Mereka mendapat gaji dari panitia amal setempat, yang antara lain bertugas mengurus milik biara-biara yang dibubarkan. Tentang pengajaran, para orangtua lebih suka anaknya tidak bersekolah saja daripada belajar di sekolah-sekolah negeri yang anti Gereja Katolik.


Napoleon mengerti akan semangat rakyat waktu itu. Dalam tahun 1899, ia mengizinkan para Suster Puteri Kasih (tarekat yang didirikan St. Vinsentius a Paulo), untuk mulai kembali. Dan waktu kunjungannya ke kota Brugge dalam tahun 1803, ia menegaskan bahwa para suster boleh memakai jubah dan menrima novis-novis seperti dulu.
Demikianlah suasana politik, tatkala Triest mendapat rahmat untuk mendirikan tarekat bagi pemudi-pemudi untuk mengajar anak-anak demi kemuliaan Allah. Meskipun mencari calon-calon tidak gampang, tetapi ia berhasil mendapat beberapa pemudi yang rela untuk mewujudkan rencananya. Tetapi Pastor Triest yakin, bahwa sebuah tarekat religius sesuai sekali untuk membendung kemerosotan moral, lebih-lebih dengan teladan hidup mereka. Triest bukan hanya seorang filantropis yang suka berbuat baik, ia pertama-tama seorang imam penuh semangat iman. Ia mau melatih puteri-puteri tarekatnya untuk segala macam pekerjaan amal untuk mengabdi sesama demi cinta kasih. Ia tak ragu-ragu meletakkan dasar untuk hidup membiara yang sungguh-sungguh.


Mgr. Fallot de Beaumont, uskup kota Gent menyetujui rencana Pastor Triest tadi dan pada tanggal 4 Nopember 1803 serikat “Suster-suster Karitas dari Yesus dan Maria” dengan resmi didirikan di sebuah biara kecil dengan empat novis dan sebagai pembimbing adalah Pastor Triest dan seorang suster dari tarekat lain.
Tidak lama kemudian masuklah calon no. 5 ialah Maria Teresia van der Gauwen, yang sudah pernah menjadi novis di suatu tarekat kontemplatif, yang dibubarkan. Ia mempunyai anggapan yang sehat perihal hidup religius, dan mendapat tugas memimpin teman-temannya. Sesudah 9 bulan, pada tanggal 2 Juli 1804, para novis pertama boleh mengucapkan kaul. Kemudian Suster Placida (nama suster dari van der Gauwen) dipilih menjadi pimpinan komunitas / biara.


Beberapa minggu sesudahnya, waktu Misa Kudus, Bapa Triest mendapat suatu ilham yang segera disampaikannya kepada para suster: mereka juga akan memberi pondokan perawatan dan mengabdi kepada orang yang miskin dan malang. Semua suster setuju, dan dengan demikian Tarekat Suster Karitas mendapat tujuan dua macam: pendidikan anak-anak dan perawatan.


Sementara itu timbul suatu kesukaran, menurut dekrit (surat keputusan) Napoleon tertanggal 22 Juli 1804 semua tarekat religius memerlukan pengesahan dari Sang Kaisar itu, dan guna hal itu Konstitusi harus diperiksa lebih dulu. Oleh karena tujuan Suster Karitas hampir sama dengan tujuan Suster Puteri Kasih dari Vinsentius yang sudah memperoleh pengesahan dari Napoleon, maka Uskup Gent bermaksud agar Suster Karitas digabungkan dengan tarekat itu. Tetapi permohonan untuk maksud itu tidak berhasil, hingga tarekat Suster Karitas tetap menjadi tarekat tersendiri dengan semangat khas sendiri. Mereka menggabungkan semangat St. Vinsentius serta hidup aktif dengan semangat kontemplatif, yang telah menjiwai Muder Placida sebelum masuk tarekat Bapa Triest. Di tengah-tengah kesibukan mereka harus mencari kekuatan dalam semangat kedoaan.

Post comment as a guest

0

People in this conversation

Load Previous Comments

Add comment


Security code
Refresh

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.