Kalender Paroki

January 2018
S M T W T F S
31 1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31 1 2 3

pengunjung

00258473
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
minggu lalu
***
***
sejak juni 2016
71
173
4118
250417
25530
7526
258473

Your IP: 54.167.126.106
2018-01-20 02:27

Masuk

1927 sd 2017 waktu yang telah ditempuh Gereja lokal yang kini menjadi Keuskupan Purwokerto, di mana paroki Kristus Raja Purwokerto dinobatkan menjadi Katedral Keuskupan Purwokerto.

Pendataan Umat

Keuskupan pernah mencananangkan pendaataan umat, tetapi program ini terhenti ditengah jalan. Paroki Katedral Kristus Raja akan menghidupkan kembali pendattqan umat ini. Kami berharap pendataan umat Katolik di lingkungan tidak lagi dikerjakan secara manual, tetapi sudah secara komputerisasi.

Pendataan yang dimaksudkan menyangkut diri seluruh umat di Paroki KKR yang akan didata per kepala keluarga dengan menggunakan basis pendataan lingkungan. Data yang terkumpul akan dihimpun dalam tingkat-tingkat teritorial: lingkungan – stasi/paroki. Selanjutnya data akan dikelola dan di-update setiap kali sehingga menjadi data kontinyu (time series data) yang dapat dibaca dan digunakan untuk berbagai keperluan khususnya dalam proses pengambilan keputusan dalam rangka penegasan bersama.

Untuk melaksanakan kerja besar secara serempak tersebut perlu dukungan kerjasama dari segenap pihak dari para petugas pendataan di lingkungan-lingkungan, perekap data di tingkat paroki, peng­organisasian pelaksanaan di tingkat paroki.

Untuk mengawali pendataan ini, tiap lingkungan diwajibkan melaporkan data KK di lingkungannya masing-masing untuk memetakan pendataan. Guna mendukung program ini, setiap umat juga dimohon sudah memiliki & menunjukkan Surat Baptis dan Surat Nikah (bagi yg sudah menikah) kepada Petugas Pendataan saat dilakukan pendataan di rumah-rumah

Sukacita Kasih dalam Keluarga

Amoris Laetitia adalah rangkuman dan keputusan yang dilandaskan pada dua Sinode Para Uskup sedunia tentang keluarga di Vatikan pada 2013 dan 2015. Dua sinode itu membahas berbagai topik sensitif soal keluarga dan perkawinan. Misalnya, sikap Gereja terhadap pernikahan pasangan yang bercerai dan isu pernikahan lagi (remarried). Ditekankan juga peran perempuan dan kaum awam dalam Gereja.

Anjuran apostolik ini menegaskan, keluarga yang kokoh adalah keluarga yang membangun fondasi di atas kasih sayang; anak-anak belajar mencintai, menghormati dan berinteraksi dengan orang lain.

Keluarga dan Perkawinan

Berdasarkan pertimbangan dua Sinode para Uskup terakhir, Amoris Laetitia diyakini sebagai jawaban sekaligus solusi kompromistis, bukan keputusan otoriter Vatikan dalam menanggapi upaya kaum reformis. Nilai-nilai dalam Amoris Laetitia adalah suara mayoritas peserta sinode yang melihat tantangan keluarga dan masalah-masalah yang dihadapi guna mencari solusi yang realistis.

Dokumen setebal 255 halaman yang terdiri dari 325 paragrap ini, memuat nilai-nilai penting kekristenan, seperti penegasan Bapa Suci mengenai karakter dasar para rohaniwan. Bapa Suci berharap, pelayan pastoral harus setia mendampingi dan mengarahkan umat bertumbuh lebih baik. Cara yang ditawarkan Bapa Suci adalah pastoral kehadiran dan sikap belaskasih dalam pelayanan.

Ada juga ulasan tentang pernikahan dan keluarga. Paus secara khusus mengambil sikap tegas dan selalu berpijak pada hukum dan norma fundamental Gereja. Ia menghimbau keluarga perlu membangun ikatan kasih sayang yang kokoh di antara sesama anggota keluarga. Tujuannya, tak ada permusuhan dalam keluarga.

Bapa Suci menandaskan, Gereja Katolik hanya mengakui pernikahan antara laki-laki dan perempuan. “Tak ada dasar dalam rencana Tuhan bagi pernikahan sesama jenis,” demikian pernyataan Paus dalam Amoris Laetitia yang ditanda tanganinya 19 Maret 2016, pada Hari Perayaan St Yusup.

Kemanusiaan Universal

Menurut Bapa Suci, Gereja harus selalu memancarkan wajah kemurahan hati Allah. Gereja akan selalu terbuka pada setiap orang yang membutuhkan kasih Allah. “Dengan demikian, nilai kemanusiaan universal, yakni semua manusia terlepas dari orientasi seksualnya memiliki martabat yang sama di hadapan Allah dan patut dihargai,” ujar Bapa Suci seperti dirilis Radio Vatikan 9/4.

Dengan terbitnya Anjuran Apostolik baru ini, Paus mengajak seluruh pelayan pastoral dan keluarga Katolik agar membaca dan mengamalkannya. “Baca pelan-pelan dan hayati maknanya. Anda sendiri akan mengalami bagaimana hidup dalam keluarga yang bahagia,” ujarnya, seperti dirilis Catholic Herarld 9/4.

Paus juga mengakui, dewasa ini banyak keluarga masih berjuang keluar dari jerat hidup yang keras, banyak pengangguran, keluarga gelandangan, para migran, korban kekerasan dan eksploitasi keluarga yang berefek negatif pada perkembangan iman anak. Inilah tugas Gereja; bukan menghakimi, melainkan merangkul mereka agar mengembalikan kepercayaan hidup yang telah lama hilang. Dalam seruan Sukacita Kasih itu, semua keluarga yang berada dalam penderitaan akan melihat pancaran sinar Allah dalam hidup mereka. Ini seperti obat dari Allah untuk manusia yang lemah.

Bina Iman Anak

Komunitas Kategorial

Bina Iman Remaja

Bina Iman Keluarga

Pelayan Murahhati

Bina Iman orang muda

Usia Senja Bahagia

                                 Situs secara resmi menjadi milik Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. dikelola oleh sekretriat Paroki,bersama  sekretriat Dewan  Pastoral Paroki KKR

                                                                                                           Alamat:  Jl. Gereja no 3, Purwokerto 53115, telp 0281 - 637052 - 630628.